Jumat, 28 Januari 2011

Menunggu pagi membunuhku.

Bila esok pagi kau terbangun
Sapalah endapan embun di kelopak mawar
Kuberharap, ia mampu berimu kelembutan
Sepercik kasih mewangikan harimu

Hati tak selamanya berjabat
Musim berganti
Tunastunas mulai tumbuh
Semua berubah, karna ialah yang abadi

Bila esok pagi tak kau temukan aku lagi
Mungkin mimpi membawaku pergi
Sepertimu, yang telah dicuri waktu dariku
Diculik ke-tak-berani-anmu

Sementara Sepingan sajak hatiku di meja makan
telah kau biarkan basi dalam sepi


kita samasama tahu
waktu adalah pisau bermata dua
dimana setiap sisinya selalu mencipta luka

kau tahu sayang,
malam ini begitu sunyi
udara dingin bekukan rindu di hatiku
lampulampu kota mematung dalam diam
dan aku berjalan dalam kesendirian
menanti pagi membunuhku.

0 komentar:

Posting Komentar