Bila esok pagi kau terbangun
Sapalah endapan embun di kelopak mawar
Kuberharap, ia mampu berimu kelembutan
Sepercik kasih mewangikan harimu
Hati tak selamanya berjabat
Musim berganti
Tunastunas mulai tumbuh
Semua berubah, karna ialah yang abadi
Bila esok pagi tak kau temukan aku lagi
Mungkin mimpi membawaku pergi
Sepertimu, yang telah dicuri waktu dariku
Diculik ke-tak-berani-anmu
Sementara Sepingan sajak hatiku di meja makan
telah kau biarkan basi dalam sepi
kita samasama tahu
waktu adalah pisau bermata dua
dimana setiap sisinya selalu mencipta luka
kau tahu sayang,
malam ini begitu sunyi
udara dingin bekukan rindu di hatiku
lampulampu kota mematung dalam diam
dan aku berjalan dalam kesendirian
menanti pagi membunuhku.
BOLEH BENCI TAPI JANGAN GOBLOK!
7 tahun yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar