Tampilkan postingan dengan label meracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meracau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Meracau (sebuah pesan masuk ke kotak suratku…dan kubalas lewat catatan ini saja)

Aku terbangun ketika jarum jam menunjukkan angka dua lewat lima belas menit dini hari, mungkin karna suara jon bon jovi dengan livin on prayernya cukup membuatku terjaga, suara yang terdengar dari laptop yang lupa kumatikan, perlahan kuarahkan mataku kearah layar monitor empatbelas inchi di depanku, sekilas masih dapat kulihat warna kuning kehijauhijauan masih berkelapkelip dari modem yang terpasang di samping kanan laptop, ahh, ternyata masih online, di monitor kulihat ada beberapa sapaan dari temanku di YM dan di account facebook ada sembilan pemberitahuan juga ada tiga pesan masuk, untuk sapaan di YM sengaja tak kubalas karna kupikir mereka yang menyapa mungkin juga sudah tertidur dan aku hanya membalas jawaban pemberitahuan di facebook tentang komentarkomentar di status yang tadi aku bikin sebelum tertidur dan juga beberapa komentar untuk tag-tagkan foto atau catatan dari teman-temanku, setelah itu aku periksa pesan yang masuk, dari ketiga pesan yang masuk, salahsatu nama pengirimnya mampu membuatku menggerutkan kening, karna setahuku yang mengirim pesan tak ada namanya di daftar pertemanan di account facebookku, atau tepatnya orang yang mengirimkan pesan menghapusku dari pertemanan facebooknya bahkan pernah juga sampai mem-blockirku, cukup lama juga aku memandang pesan itu dan setelah membaca isinya, cukup membuatku untuk tak bisa melanjutkan tidur, sebuah pesan yang di kirim oleh seseorang yang dulu pernah cukup dekat denganku, mungkin sangat dekat malah, karna memang aku dan dia pernah meng-ikrarkan bahwa kami adalah sepasang kekasih, namun, karna terlalu banyak perbedaan dan ke-tidaksukaannya pada beberapa kebiasaanku, membuat dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya denganku dan tentunya aku sangat menerima tanpa harus bertanya alasannya, tapi percayalah bukan karna aku tak ingin mempertahankan hubungan itu, tetapi menurutku cinta itu adalah hubungan dua arah dan jika salahsatu dari pasangan sudah ingin mengakhirinya mau tak mau kita harus menerima, karna cinta bukanlah sebuah paksaan, bukankah cinta itu bukan hanya tentang keharusan memiliki tetapi terlebih kepada bagaimana melihat orang yang kita sayangi tertawa walau tak bersama kita. Tapi ini hanya sebuah pendapat dariku saja yang tentu saja benar atasku sendiri, karna setiap orang mempunyai pandangan berbeda akan hal ini. Setiap orang mempunyai definisi berbeda akan cinta, karna cinta bukanlah matematika dimana semua telah tertetapkan dengan rumus-rumus tak pernah mempunyai hasil yang berbeda, tetapi tidak dengan cinta.

“hi, apa kabarmu?..

Ternyata sudah lama juga gak mendengar kabar darimu, jujur ada rindu yang selalu bersarang di dadaku untukmu, sebuah perasaan yang tak pernah bisa kupadamkan, ia selalu menyala abadi di hatiku, sebuah cahya yang selalu menjadi penerang di malam kelam tanpamu di sampingku, lagi. Aku tahu, mungkin sudah tak layak bagiku untuk mengatakan ini kepadamu, terlebih setelah apa yang telah kulakukan atasmu dulu, tapi sungguh, aku tak mampu untuk memendam rasa ini sendiri, terlalu berat untuk kutanggung sendiri, dan kau tahu, tak ada seseorang yang di sampingku bisa untuk kubagi perasaanku tentang rinduku akanmu, karna mereka pasti tak akan pernah menyetujuiku denganmu, mereka selalu berpikir tentang apa yang ada di pikiran mereka, tak pernah sekalipun mereka berpikir tentang perasaanku padahal akulah yang menjalaninya. Ahh, betapa begitu berat menanggung perasaan ini.

setelah kau tak ada di sampingku, entah mengapa aku melakukan hal-hal yang dulu sangat kau sukai, walau aku tahu bukan kamu yang berjalan di sampingku lagi, aku mulai suka ke salah satu tempat makanan cepat saji yang selalu kau sukai, mulai menyukai berada lama-lama di toko buku, yang dulu selalu saja ada protesku ketika aku menemanimu di toko buku, kau begitu suka berada berlama-lama di toko buku dan menghabiskan banyak waktu kita dan kini juga aku suka mendatangi tempat di mana kita pernah suka kunjungi, sekedar mengingat kenangan yang pernah kita lalui di sini. Mungkin terdengar agak aneh memang, berjalan bersama oranglain, tapi hanya ingin mengulangi kenanganmu denganku.

Dan saat ini, entah mengapa aku kembali merindukan untuk menjadi bagian dalam puisimu (tentu dulu aku selalu ada dalam puisimu, walau terkadang sulit aku untuk mengerti katakatanya, tetapi selalu kurasakan ada kejujuran dan keromantisanmu disana, keromantisan yang tak pernah kurasakan lagi) dan menemanimu ketika kau menciptakannya, mengarungi dunia yang kau ciptakan melalui cerita-ceritamu, tersenyum bersama tokoh yang kau ciptakan ketika mereka merasa bahagia dan menangis bersama tokoh yang kau ciptakan ketika mereka berada dalam kesedihan, sungguh, saat ini aku ingin menjadi bagian dunia ciptaanmu itu. Padahal dulu aku tahu, aku tak pernah setuju dengan kebiasaan menulismu, karna terlalu banyak waktu yang kaubuang hanya untuk hal yang tak berguna menurutku saat itu, tapi saat ini malah aku ingin berada di dalamnya. aneh ya?..

Tapi, begitulah yang terjadi pada diriku saat ini, jujur aku sendiri binggung kenapa aku merindukan hal-hal yang kubenci darimu dulu dan sekarang aku sendiri yang melakukannya, mungkin karena aku benar-benar sangat merindukanmu dan selalu berpikir bahwa kau selalu ada di sampingku, padahal aku tahu bukan kamu yang ada di sampingku saat ini, kenyataan inilah yang membuatku larut dalam penyesalan, yang hanya bisa ku tanggung sendiri dan kini kubagi denganmu.

NB : maaf kubagi perasaanku ini kepadamu, karna memang aku tak sanggup lagi untuk menyimpan sendiri, aku sudah terlalu lelah dengan sekitarku, bahkan saat ini aku merasa asing dengan diriku sendiri, tapi seperti yang kau ketahui tak mungkin untukku mengharapkanmu lagi untuk ada di sampingku, selain karna aku yang telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita, juga ada hal lain yang sangat tak bisa aku rubah, ya, orang-orang di sekitarku, biarlah kusimpan rasaku ini untukku sendiri, karna aku telah memilih kebahagian mereka walau harus mengorbankan kebahagianku.
Oh ya, satu lagi, seperti kataku terakhir kali kita bertemu, “aku akan selalu bercinta dengamu ketika kita bertemu dan aku tak perduli kau mau atau tidak” dan saat itu biarkan aku menjadi diriku sendiri.

Yang merindukanmu dengan sangat,



Kata-kata penutup inilah yang membuatku tak bisa melanjutkan tidurku.

Dari email yang dia kirim, aku tahu banyak perubahan di dirinya, kulihat sekarang dia bisa mengatur rapi kata-katanya dalam tulisan, dulu, hal yang tak pernah mampu dia lakukan, menurutku mungkin saat ini dia telah mulai suka membaca buku dan belajar menulis. Sekejap membuatku mengingat kembali kenangan ketika kami masih saling menjadi kekasih, begitu banyak hal yang pernah kami lakukan, walau sebenarnya kami melakukannya setelah melalui pertengkaran, pertengkaran yang mungkin akhirnya menjadi alasan untuknya meninggalkanku, tapi sebenarnya aku tahu alasan utama ia meninggalkanku, orang-orang di sekitarnya. Tapi, bukan tentang hal itu yang ada di pikiranku saat ini, di pikiranku saat ini muncul sebuah pertanyaan, mengapa sekarang ia melakukan hal-hal yang dulu tidak ia sukai dariku? Memang cukup aneh sepertiya…
Atau mungkin benar kata orang-orang, kita akan tahu betapa kita mencintai seseorang ketika kita telah kehilangannya dan sebenarnya kita tak pernah bisa menghindari rasa itu dan berusaha berlari menjauh tapi sebenarnya kita malah mendekat, mengalihkan kepada hal-hal lain, tetapi sebenarnya tanpa kita sadari, kita malah menggulang melakukan hal yang kita lakukan bersamanya dulu, dan juga memaksakan diri mengantinya dengan orang lain, tetapi sebenarnya kita malah merubah oranglain itu menjadi diri orang yang kita cintai.
Mungkin benar juga, cinta itu terkadang tak sejalan dengan logika, karna logika adalah apa yang di hasilkan atau sesuatu yang bisa dikendalikan oleh pikiran, tetapi, tidak dengan cinta, malah terkadang pikiran yang di kendalikan oleh rasa cinta, seperti apa yang dijelaskan oleh eminem dan rihanna dalam lirik “I love the way you lie”nya, bagaimana mereka menerangkan begitulah cinta, betapapun menyakitkan tetapi selalu saja kita tak bisa menghindar darinya dan selalu memintanya untuk kembali.
Menurutku, seseorang tak pernah bisa merubah perasaan cintanya secara tibatiba, tetapi, karna rasa cinta seseorang bisa merubah dirinya secara tibatiba. Terdengar sangat naïf memang, tapi memang itulah fakta yang terjadi, fakta yang mungkin saat ini telah di hindari oleh orangorang, dan meng-format pikiran mereka dengan pemikiranpemikaran bahwa cinta itu hanya ada di negeri dongeng, di negeri pangeran dan sang puteri, tetapi, mereka sadar di dalam hati mereka sangat mengharapkan itu terjadi kepada diri mereka sendiri, yang sebenarnya tanpa mereka sadari itu telah terjadi kepada diri mereka saat mereka merasakan cinta mereka kepada seseorang, tetapi sekali lagi mereka hanya tak berani untuk berkorban demi rasa cinta mereka sendiri dan memilih menyimpannya dalam hati mereka, dan menipu diri mereka sendiri dengan alasan demi kebahagian orang lain. Dan disinilah sebenarnya perbedaan negeri dongeng dan negeri nyata saat ini, di negri dongeng dimana cinta adalah sumber kebahagian utama, mereka berani untuk berkorban untuk cinta mereka, tetapi di dunia nyata ini, sudah tak ada yang berani melakukannya lagi, karna terlalu banyak hal penting lainnya, hal penting yang membuat bibit penyesalan tumbuh subur di hati mereka.

Ahh, tapi kembali lagi semua adalah pilihan, bagiku pilihan adalah cabang yang tak berpulang ke batang, jadi ketika kau sudah memilih terima resikonya…
Lagian sekarang jam sudah menunjuk di angka tiga lewat tigapuluh menit dini hari, dan kembali rasa kantuk mulai mendekapku kembali dan aku ingin tertidur dan menyambung mimpi, jadi , apa peduli ku, aku hanya kembali tertidur…


Villa nusa indah

Senin, 03 Januari 2011

Andai bisa kita kembalikan waktu?

Sebuah pertanyaan yang sedari tadi mampir di kepalaku, berawal dari mendengar lagu dengan judul “if I could turn back the time.”, tapi aku tak begitu tahu siapa yang menyanyikannya, karna kudengar hanya dari radio mobilku dan pembawa acaranya pun tidak menyebutkan siapa pemilik lagu itu. Tapi, bukan tentang siapa yang menyanyikan lagu itu atau siapa penciptanya yang mampir di kepalaku, akan tetapi, pesan tersirat yang di bawa oleh liriknya. Bagaimana sekiranya kalo kita bisa membalikkan waktu, itulah pertanyaan yang di lontarkan kepalaku kepada pikiranku terlebih kepada hatiku.

Setelah cukup lama pikiran dan hatiku bergulat, satu kesepakatan telah mereka buat, yaitu “tak akan membuat orang yang kucintai hilang dari gengamanku.”. sebuah kesepakatan yang selalu saja mampu membuat keningku berkerut, kenapa harus selalu tentang cinta?

Cinta, terlalu banyak definisi tentangnya, mungkin masingmasing orang akan memiliki definisi yang berlainan dan khusus untukku artinya adalah “ketika seseorang menyayangi orang lain melebihi dirinya sendiri”, cukup naïf memang aku mengartikan arti cinta, ya, tapi memang begitulah aku merasakannya, dan ketika aku kehilangan orang yang kusayangi berarti aku telah kehilangan diriku sendiri, kok malah tambah naïf sepertinya.

Entahlah, tapi ada beberapa hal yang membuatku berpikir seperti itu, selain hidup Cuma sekali dan tak ingin ada penyesalan di harihari dimana tak ada yang mampu memberi kebahagian yang palsu lagi, dan menurutku cintalah sumber semua kebahagian yang abadi. Karna hidup adalah masa kini dan masa datang, sementara masalalu telah tertetapkan dan tak akan pernah berubah, dan masakini akan berubah menjadi masalalu karna waktu tak pernah berhenti berdetak maju, maka, seberusaha mungkin untuk menipiskan penyesalan yang akan ada di akhir nanti dengan mempertahankan cinta yang hidup di hatiku.

Bayangkan, ketika kita hidup bersama seorang yang kita tidak cintai. memeluk tubuh yang tak ingin kita peluk, mengengam tangan yang tak ingin kita gengam bahkan bercinta tanpa mengunakan kasih sayang, lalu apa bedanya kita dengan pelacur pinggir jalan, sementara mungkin mereka lebih baik, melakukannya karna terpaksa, karna keharusan mempertahankan hidup dan tak punya pilihan lain, sementara kita melakukannya dengan keinginan kita sendiri tetapi sesungguhnya kita punya pilihan lain. Pasti sangat melelahkan, ketika kita hidup dengan seseorang tetapi di hati dan pikiran kita orang lain yang hidup.

Lalu, ketika materi telah tak mampu lagi memberi bahagia, sementara cinta yang tak kita miliki, membuat perselingkuhan adalah jalan cepat untuk meraih cinta yang sesaat, karna mungkin orang yang kita cintai, orang yang dulu kita sia-siain, telah memiliki kehidupan sendiri dan tak pernah menginginkan kita lagi, hingga kita menghalalkan perselingkuhan mencari alasan untuk menutupi cinta yang telah tersia-sia, apakah benar seperti itu?

Waktu bergerak dengan cepat tanpa kita sadari dan tiba-tiba telah mengantarkan kita di tepian usia, di kehidupan yang tak bisa di rubah lagi, dimana kebahagian sudah tak mampu di beli dengan materi, hingga benih-benih penyesalan yang kita pupuk telah mulai memekarkan putiknya dan siap berbuah airmata dan tanggis. Dan menutup usia dalam penyesalan dan dengan kata “andai saja dulu”…

Selasa, 12 Oktober 2010

Buah Nangka

Buah nangka
Paling enak di gulai
Tak kusangka
Ternyata dirimu jablay..


Sebuah pantun *slengean yang kulihat di spatbor belakang sebuah motor waktu di tengah kemacetan jalur puncak, tepatnya di daerah ciawi, sepertinya memang untuk sebuah pantun untuk lucu-lucuan saja, tapi entah mengapa sepanjang perjalanan katakata itu melekat di otakku, seakan terus mengelitik pikiranku. Menurutku, mungkin bukan hanya sekedar lucu-lucuan tapi lebih tepat menjadi sebuah sindiran akan pergeseran norma yang terjadi saat ini, begitu banyak kulihat kejadian dan cerita-cerita saat ini tentang betapa sebuah kesetian itu tak begitu berharga lagi, saat ini begitu mudahnya sebuah hubungan terkhianati. Lalu, masihkah cinta itu dilandaskan kesetian atau memang kata cinta itu sudah menjadi begitu murahan seperti kesetian yang hanya menjadi pemanis bibir.
Di tengah pergolakan pikiran tentang pantun *slengean dan kata setia, aku ingat beberapa temanku pernah bercerita tentang hubungannya. Salah satu temanku pernah bercerita bahwa dia dulu pernah setia kepada pasangan hingga waktu yang cukup lama, padahal di tengah perjalan hubungannya pasangannya pernah beberapa kali mengkhianati hubungan mereka, tapi, setiap kali pasangannya meminta maaf, ia selalu memaafkannya, padahal kejadian itu berulang sampai beberapa kali. Pernah aku tanyakan alasannya kenapa dia bisa memaafkan pasangannya padahal sudah beberapa kali dia mengkhianati hubungan mereka, temanku menjawab bahwa pasangan berwajah lugu dan ia yakin bahwa ia tak akan mengulanginya lagi, tapi, kejadian itu tetap berulang kembali, hingga akhirnya ia memutuskan untuk benar-benar berpisah dan temanku akhirnya memutuskan untuk mencari tahu kenapa pasangannya begitu sering mengkhianatinya, sehingga dia memutuskan untuk memacari banyak wanita dan mengobral kata cinta dengan mudahnya tanpa memperdulikan sakit hati wanita yang ia khianati dan ia begitu menikmati peran itu, pernah dia mengatakan padaku bahwa ia sedang memangungkan sandiwara di kehidupan nyata. Tapi, syukurlah saat ini ia sudah sadar dan memutuskan untuk mengakhiri semua hubungannya dan menunggu hadirnya satu orang wanita, lalu ia akan menikahinya.
Dan pernah juga satu orang temanku yang lainnya bercerita tentang kisah cintanya, dahulu ia adalah seorang *player dan berpacaran dengan banyak wanita, hingga dia bertemu dengan seorang wanita yang ia anggap wanita sangat baik walau dengan latar belakang yang cukup hitam, mungkin pertama kali dia memutuskan untuk berhubungan dengan wanita ini hanya sekedar iseng saja, tapi wanita ini mampu membuat dia benar-benar jatuh cinta hingga ia memutuskan untuk hanya berhubungan dengan wanita ini dan setia kepadanya, namun sekali tak ada yang benar-benar indah di dunia ini, dimana kebahagian sepertinya mulai akan kita gapai saat itulah kepedihan dan kesakitan mulai memainkan peran, disaat dia benar-benar jatuh cinta dan ingin menikahi wanita ini, saat itu juga dia mengetahui bahwa wanita yang mulai sangat ia cintai adalah seorang player dan ternyata lebih ahli daripada dia.
Mungkin di zaman yang serba cepat ini, orang-orang lebih melilih untuk sesuatu yang mudah dan tidak terlalu menyusahkan, sehingga memilih kebahagian sesaat daripada menjaga kesetian yang mungkin terlalu susah untuk dijaga. Namun, terkadang kita lupa, kecantikan raga hanya sementara dan kemudaan bukanlah waktu yang panjang. namun terkadang kita bertindak seakan-akan selalu abadi, bukankah yang abadi hanyalah cinta, lalu, mengapa kefanaan dan penyesalan yang kita pilih?
Mungkin memang saat ini cinta dan kesetian hanya polesan di bibir bukan ketulusan rasa di hati. Dan juga mungkin cinta sejati itu hanya milik negeri dongeng dan cerita legenda-legenda, lalu, bagaimana dengan segelintir orang yang masih menginginkan cinta itu pada tempatnya, dimana cinta itu adalah ketulusan rasa dengan perbuatan kesetian.


*slengean : bahasa untuk sesuatu yang tidak serius atau asalasalan
*Player : sebutan untuk playboy dan playgirl.


Bogor.

Rabu, 08 September 2010

Mewangilah

kupenjarakan kau di pikiran dan hatiku
tak lepas, di harihariku
rindu ini milikmu
seperti malam dan bulan
langkah yang berjalan menujumu
bagai kerinduan bayi terhadap air susu ibunya

menikmati setiap percakapan hati
aku ingin di pelukanmu
menandang indah wajahmu
aku ingin memelukmu

malam ini, kutulis surat ini
ketika pagi mulai menjelang
sayup sapa angin
dan lembut embun mulai basahi kering hatiku

engkaulah bungga yang mekar di hatiku
mewangilah
mewangilah

Minggu, 11 Juli 2010

Meracau : Aku Memilih Bahagia


mau ga dipikirin tp ga bisa, mau dilupain parah malah tambah ga bisa... hhmm aku mau hidup di dunia lain aja yang ga pake hati... seandainya bisa renkanasi aku mau jadi yang terbaik!!!!!

(Maaf tak ada maksud apa-apa, hanya sebuah ketertarikan untuk menulis. seorang teman bertanya kepadaku apa yang kau pikirkan saat seseorang membuat status seperti itu, aku jawab : “aku kasihan kepadanya, semoga dia mengerti arti hidup sebenarnya dan mampu memilih untuk dirinya sendiri.”. kemudian temanku menyebut satu nama, lalu akupun menjawab kembali : “oh, ternyata aku salah atas ucapanku barusan, karena aku kenal dia sebenarnya dan kebohongan yang selalu mengikuti hidupnya.”)

Tak ada reinkarnasi. Hidup hanya sekali, lakukan apa saja yang kau inginkan, tapi jangan pernah salahkan waktu, karena pilihan milikmu utuh..

Terkadang manusia selalu menyalahkan waktu atas ketidak-beranian mereka memilih atau kesalahan dalam menentukan sebuah pilihan. Dan berharap waktu bisa kembali. Bukankah selama nafas masih terus memompa detakdetak di jantung selama itu kesempatan masih ada, lalu masihkahkita menyalahkan waktu atas ke-tak berani-an?
Tangisan pertama waktu bayi di lahirkan adalah pertanda bahwa tak ada yang mudah di dunia ini, akan banyak pergorbanan. Sekarang tergantung apa yang akan kita putuskan untuk hidup kita sendiri. Aku memilih bahagia.
Kapal berlayar mengikuti arah angin, jika tak mampu melawannya maka ikuti angin itu. Manusia merasa dari hati, ikutilah hatimu maka kau akan bahagia. Tak peduli apa resikonya, hidup adalah pelayaran kedepan, usia selalu bertambah, dan batas akhir telah di tentukan. Aku memilih bahagia.
Daun yang telah tua jatuh ketanah, terkubur dan terlupa, tetapi setidaknya dia selalu mempertahankan keberadaannya di dahan yang dia cintai. Manusia hidup menua dan terlupa, berpijak pada jiwanya yang rapuh, tanggis adalah pelarian yang semakin membuat tak berdaya, sehingga dia tak sadar bahwa dia mampu membuat keputusan. Aku masih tetap memilih bahagia.
Memang benar kita tak bisa memilih siapa yang melahirkan kita, jenis kelamin, dan siapa yang kita cintai. tapi, semua manusia punya hak untuk bahagia, Tuhan selalu menginginkan hambanya bahagia, karena tak mungkin Tuhan ingin hambanya menderita, tergantung hambanya ingin memutuskan apakah dia ingin bahagia untuk dirinya sendiri atau mengorbankan dirinya, itu terserah kita sendiri. Tak pernah ingin ku salahkan waktu karena pilihan milikku utuh.

BF
Bekasi, 12/juli/2010 00:19

Jumat, 09 Juli 2010

Meracau : semua pasti berubah

“Mencintaiku, tak akan kau temui kepastian
Aku adalah perubahan.”


Semua yang ada di dunia ini pasti berubah, karena tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Terkadang kita melupa terhadap perubahan yang akan terjadi sehingga membuat kita tak siap diri untuk menghadapi perubahan-perubahan itu, lalu mulai menyalahkan diri sendiri atau orang-lain, dengan kata lain adalah penolakan atas perubahan itu sendiri, istilah popular dalam manejemen adalah resitensi perubahan (resistance to change). Mungkin jika perubahan itu membahagiakan kita akan senang hati menerimanya tetapi bila perubahan itu menyakitkan, kita tak pernah menerimanya.
Heraclitus (kira-kira 540-480 SM), seorang filsuf yang berasa dari Ephesus di Asia kecil mengatakan “ segala sesuatu terus mengalir,” segala sesuatu terus mengalami perubahan terus menerus dan selalu bergerak, tidak ada yang menetap.
Dan kenapa sering kali perubahan itu di tolak? Mungkin kita perlu kembali seperti Plato katakan bahwa manusia lebih senang berada di daerah aman yang mereka miliki, sehingga melupakan daerah diluar itu.
Begitu juga dengan perasaan, tak selamanya kita mencintai seseorang yang sama untuk selamanya.

“Saat memanen buah-buah cinta terkadang kita melupa
Sebenarnya kita juga sedang menanam benih-benih kebencian.


Ya begitulah, ketika kita sedang merasakan indah-indahnya cinta, kita melupa bahwa tak ada yang pasti di dunia, semua akan berubah. Jadi, saat jatuh cinta kita rela melakukan apa saja untuk orang yang kita cintai, seakan-akan dialah yang akan bersama kita seumur hidup. Hingga suatu saat salah satu ada yang merasa tersakiti oleh perubahan yang telah di cipatakan salah satu pasangan, dan di saat inilah benih-benih kebencian mekar menyelimuti setiap dinding di hati, dan kebencian mulai memainkan peran.
Lalu, kita mulai menyakiti satu sama lain, mulai menabur dendam-dendam, mulai menjelek-jelekkan orang yang pernah kita puja. Seakan kita sama kali tak pernah ingin bertemu atau memaafkan orang yang dulu sangat kita cintai.
Mungkin benar apa yang dikatakan Robbie William dalam pengalan liriknya di lagu betterman :
“before I fallin love, I prepare to leave her.”


Ahh, sudahlah apa peduliku…


BF
Bekasi 10/juli/2010 3:15

Senin, 05 Juli 2010

meracau : bolehku minta nomor pinmu?



saat ini, ada perubahan tegur sapa perkenalan : "nomor pinmu berapa?", "facebook apa?", "twittermu apa?", "boleh minta YMmu?"..
dulu bahasa tegur sapa perkenalan selalu diawali dengan "siapa namamu?" tapi sekarang sepertinya William Shakespeare itu benar saat mengatakan " apalah arti sebuah nama." karena saat ini nomor pin lebih berarti dari sebuah nama.

Dari dulu angka-angka telah mengalahkan kemurnian, system selalu membuat kita untuk mengikutinya walau terkadang kita terlalu memaksakan diri untuk ikut ke dalamnya (karena kalau tidak, bisabisa di bilang " nggak gaul lo"..heheheh).
kemudian berlanjut dengan tibatiba orang-orang menjadi autis, ketergantungan akan sebuah system hingga melupa akan hirarki manusia seutuhnya; manusia adalah makhluk sosial.

teknologi pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan dan dikendalikan oleh manusia, tapi sepertinya saat ini manusialah yang dikendalikan oleh teknologi. lalu, sebenarnya siapakah yang diuntungkan dalam hal ini?

akhir-akhir ini sering sekali aku mengalami atau melihat, saat jalan bareng atau nongkrong bareng dengan temantemanku, kita sering sekali sibuk dengan gadget masingmasing, jadi di keramaian tak ada kata yang keluar. gadget sudah seperti candu yang memang sudah bercampur dalam darah dan daging mereka, tanpa gadget hidup mereka seperti tak bergairah dan kehidupan menjadi hampa.


ah sudahlah, apa peduliku,....


BF
semarang, 6/juni/2010. 02.16